Monday, April 14, 2008

Teori Rugi Laba

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dijaman era globalisasi ini segala sesuatu yang ingin dikerjakan sudah memakai komputer seakan-akan manusia tergantung pada kecanggihan teknologi sekarang ini. Perusahaan kecil seperti yoko cellular ini yang bergerak pada penjualan pulsa akan didapat suatu laporan rugi laba dan neraca.

Dari lampiran laporan rugi laba dan neraca dalam perusahaan trsebut, dapat dibuat untuk satu macam komoditas yang dilaporkan dalam satu laporan keuangan. Dalam membuat laporan keuangan, minimal yang perlu dibuat adalah neraca dan laporan rugi laba. Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi jumlah kekayaan usaha, kewajiban keuangan dan modal sendiri pada waktu tertentu, sedangkan laporan rugi laba menunjukkan laba atau ruginya suatu usaha yang diperoleh perusahaan dalam periode waktu tertentu (misalnya satu tahun), sehingga laba atau rugi merupakan pengurangan dari total penjualan dikurangi biaya atau ongkos. Kas adalah sejumlah uang kontan (tunai) yang dapat digunakan untuk membiayai usaha. Piutang timbul akibat dari kebijaksanaan perusahaan yang menjual barangnya secara kredit.

Upaya perusahaan untuk mempercepat pembayaran piutangnya, salah satunya dengan memberikan diskon. Resiko penjualan dengan kredit harus diantisipasi kemungkinan piutang ada yang tidak dibayar. Sedangkan aktiva tetap adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif panjang (mempunyai umur ekonomi lebih dari satu tahun) Kewajiban adalah semua hutang keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi. Hutang merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor maupun dari dalam perusahaan. Hutang lancar atau hutang jangka pendek merupakan kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya akan dilakukan dalam jangka pendek (maksimal satu tahun). Hutang tidak lancar adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya masih jangka panjang (lebih dari satu tahun).

B. Masalah Yang Dihadapi

Setelah mengetahui latar belakang di atas, maka dapat di simpulkan dalam beberapa pertanyaan permasalahan yang dihadapi antara lain :

· Apakah laporan keuangan perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan yang di harapkan?

· Bagaimana cara mengatasi kekurangan agar perusahaan tersebut mendapatkan pendapatan yang lebih baik?

· Apakah dari keuntungan itu dapat di tingkatkan untuk bulan yang akan datang?

· Bagaimanan cara mengurangi beban pengeluaran yang tidak di perlukan?


BAB II

LANDASAN TEORI

A. Teori Tentang Rugi/Laba, Neraca

1. Rugi/Laba

Yaitu laporan keuangan yang sistematis menggambarkan disuatu pihak tentang revenue (penghasilan) yang menjadi bahan perusahaan itu guna memperoleh pendapatan selama satu periode tertentu.

Menurut Niswonger Perhitungan Rugi-Laba adalah ikhitisar dari pendapatan dan beban sebuah perusahaan dalam periode tertentu, misalnya sebulan atau setahun. (C. Rollin Niswonger, 1997: 25).

Laporan Rugi_Laba pada hakekatnya meliputi dua arus, yaitu pendapatan dan biaya. Kalau pendapatan lebih besar dari biaya, maka perusahaan akan memperoleh laba atau keuntungan tetapi sebaliknya jika biaya lebih besar dari pendapatan yang diperoleh maka perusahaan akan menderita kerugian.

2. Neraca

Yaitu suatu laporan keuangan yang menggambarkan posisi harta, hutang dan modal yang dimiliki oleh perusahaan pada suatu saat tertentu.

Niswonger- Fess – Warren mengatakan bahwa :

Neraca adalah suatu daftar aktiva, kewajiban dan modal pemilik perusahaan pada tanggal tertentu, yang biasanya pada tanggal terakhir suatu bulan atau tahun. (C. Rollin Niswonger, 1997: 25).

B. Teori Tentang Likuiditas, Rentabilitas, dan Solvabilitas

1. Likuiditas

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya. Likuiditas diukur dengan rasio aktiva lancar dibagi dengan kewajiban lancar. Perusahaan yang memiliki likuiditas sehat paling tidak memiliki rasio lancar sebesar 100%. Ukuran likuiditas perusahaan yang lebih menggambarkan tingkat likuiditas perusahaan ditunjukkan dengan rasio kas (kas terhadap kewajiban lancar).

2. Rentabilitas

Rasio Rentabilitas betujuan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya.

Jenis Rasio Rentabilitas :

· Gross Profit Margin

Rasio ini untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba operasi dari operasi usahanya yang murni. Gross Profit Margin semakin tinggi maka maka semakin baik hasilnya.

3. Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh utang yang ada dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya. Hal ini sesungguhnya jarang terjadi kecuali perusahaan mengalami ke pailitan. Kemampuan operasi perusahaan dicerminkan dari aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan.

C. Teori Tentang Investasi

Investasi merupakan variabel ekonomi yang merupakan penghubung antara kondisi saat ini dengan masa yang akan datang, serta menghubungkan antara pasar barang dengan pasar uang. Dalam hal ini, peranan suku bunga sangat penting dalam menjembatani antara kedua pasar tersebut. Disamping itu, investasi merupakan komponen PDB yang paling volatile. Pada saat resesi, penyebab utama dalam penurunan pengeluaran adalah turunnya investasi.

Dalam konteks makroekonomi, pengertian investasi adalah “…the flow of spend-ing that adds to the physical stock of capital”. Dengan demikian kegiatan seperti pembangunan rumah, pembelian mesin/peralatan, pembangunan pabrik dan kantor, serta penambahan barang inventori suatu perusahaan termasuk dalam pengertian investasi tersebut. Sedangkan kegiatan pembelian saham atau obligasi suatu perusahaan tidak ermasuk dalam pengertian investasi ini.

Investasi dapat dibedakan dalam tiga macam, yaitu business fixed investment, resi-dential investment, dan inventory investment. Business fixed investment mencakup peralatan dan sarana yang digunakan perusahaan dalam proses produksinya, sementara residential investment meliputi pembelian rumah baru, baik yang akan ditinggali oleh pemilik sendiri maupun yang akan disewakan kembali. Sedangkan pengertian inventory investment adalah barang yang disimpan oleh perusahaan di gudang, meliputi bahan baku, persediaan, bahan setengah jadi, dan barang jadi.

Selain memandang investasi dengan pendekatan neoclassical model, para ekonom juga melihat adanya hubungan antara fluktuasi dalam investasi dan fluktuasi dalam pasar saham. Harga saham cenderung tinggi pada saat perusahaan memiliki banyak kesempatan untuk berinvestasi mengingat hal tersebut berarti akan meningkatkan pendapatan pemegang saham. Dengan demikian, harga saham mencerminkan insentif untuk berinvestasi. Argumen tersebut dirumuskan oleh James Tobin yang dikenal sebagai Tobin’s q :

q = Market Value of Installed Capital

Replacement Cost of Investment Capital

Hubungan antara teori investasi neo-klasik dengan teori investasi Tobin terletak pada cara perhitungan expected profit dari installed capital. Apabila Marginal Productivity of Capital lebih besar dibandingkan dengan cost of capital, maka perusahaan akan memperoleh keuntungan. Keuntungan ini akan mendorong rental firms untuk memiliki kapital tersebut, sehingga mengakibatkan naiknya harga saham perusahaan tersebut, yang berarti bahwa q bernilai lebih tinggi. Sebaliknya, apabila perusahaan tersebut rugi, maka harga saham akan turun dan nilai q menjadi lebih rendah.

Pada dasarnya teori Tobin’s q menjelaskan mengenai peranan pasar saham dalam perekonomian. Apabila harga-harga saham mengalami peningkatan berarti nilai q menjadi lebih tinggi. Naiknya nilai q merefleksikan optimisme investor terhadap current dan future profitability of capital. Naiknya nilai q akan menyebabkan naiknya investasi yang selanjutnya mendorong peningkatan permintaan agregat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teori ini mencoba menjelaskan bahwa fluktuasi di pasar saham akan memiliki hubungan yang dekat dengan fluktuasi yang terjadi pada output dan employment.

Analisa Internal Rate of Return (IRR)

Analisa Internal Rate of Return adalah analisa untuk mengetahui nilai pengembalian yang akan diterima oleh perusahaan akibat melakukan investasi (Puxty & Dodds, 1995). Prinsip dari konsep Internal Rate of Return adalah bagaimana menentukan discount rate yang dapat mempersamakan present value ofproceeds dengan outlay {Alwi, 1994). Berarti IRR tingkat suku bunga pada suatu keadaan dimana pengeluaran sama dengan penghasilan. Dengan kata lain nilai NPV sama dengannol. Setelah nilai IRR didapat, nil'ai tersebut harus dianalisa dengan menggunakan persamaan:

IRR > i makaNPV > 0 dan jika

IRR<0>

jika nilai IRR lebih besar atau sama dengan nilai bunga yang ditentukan maka proyek ini layak diinvestasi (Jaffe & Sirmans, 1994). Untuk mencari nilai IRR digunakan dengan cara trial and error. Jika NPV yang didapat positif nilai IRR yang dicoba harus lebih tinggi sebaliknyajika NPV yang didapat negatif nilai IRR yang dicoba harus lebih rendah. Rumus IRR:

f(C)t=f (Co)t

^(l+ O'6(1+ 0'

Keterangan:

(C)t = semua penghasilan yang akan didapatkan dimasa mendatang sampai tahun ke t

(Co)t = semua pengetuaran termasuk investasi sampai tahun ket

I = tingkat suku bunga

t = jangka waktu proyek


BAB III

ANALISIS PERENCANAAN

MODAL, KESIMPULAN dan SARAN

A. Cara Pemecahan Masalah

Dari masalah tersebut dapat di analisis pemecahan masalah dengan cara seperti di bawah ini :

  • Menekan biaya pengeluaran yang tidak diperlukan seperti mematikan AC jika tidak ada tamu yang masuk.
  • Mengadakan promosi yang lebih menarik terhadap customer agar mau datang ke restaurant tersebut misalkan memberikan diskon khusus bagi para pelanggan yang setia.

B. Kesimpulan

Dari permasalahan yang di dapat, maka dapat disimpulkan bahwa laporan rugi laba dan neraca dalam perusahaan trsebut, dapat dibuat untuk satu macam komoditas yang dilaporkan dalam satu laporan keuangan. Dalam membuat laporan keuangan, minimal yang perlu dibuat adalah neraca dan laporan rugi laba. Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi jumlah kekayaan usaha, kewajiban keuangan dan modal sendiri pada waktu tertentu, sedangkan laporan rugi laba menunjukkan laba atau ruginya suatu usaha yang diperoleh perusahaan dalam periode waktu tertentu (misalnya satu tahun), sehingga laba atau rugi merupakan pengurangan dari total penjualan dikurangi biaya atau ongkos.

C. Saran – Saran

  1. Dari laporan neraca yang dapat dilihat, maka disarankan dalam pengeluaran biaya harus benar-benar diperhitungkan.
  2. Supaya laba perusahaan ingin ditingkatkan lagi bulan depan, maka gaji pegawai perlu diperhitungkan lagi.
  3. Dari laporan neraca dan laba rugi yang dapat dilihat, maka pihak manajemen harus lebih mengerti dari tipa-tiap laporan tersebut.
  4. Untuk meningkatkan laba yang lebih besar di bulan depan, maka para karyawan harus pintar dalam mempromosikan produk tersebut.

1 comments:

Terimakasih Infonya
artikel yang bagus,
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii :)

+google

Daily Calendar

Kliksense

Total Pageviews

Newsreel

Loading...

Body Mass Index Calculator

Bandwidth Speed Test

Fish

DAFTAR ISI



By COMANK

Search Engine

Search Engine PlacementSubmit Express
ExactSeek: Relevant Web Search

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More